Cari Blog Ini




10 Adab Pergi ke Tandas. Jangan Mengaku Diri Muslim Kalau Adab Ini Pun Tak Amal !!









السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين و على آله وصحبه اجمعين. أما بعد:b

TAZKIRAH HARI INI UNTUK RENUNGAN BERSAMA.
(Shah Alam, Rabu 7 Oktober 2015).

10 ADAB PERGI KE TANDAS.

Islam adalah agama yang mengatur semua aspek kehidupan manusia tanpa terkecuali, sehingga seorang akan merasa kagum dalam hatinya ketika melihat keindahan dan cantiknya ajaran Islam.

Islam mengajarkan kaum muslimin hidup di atas kesucian dan kebers8, tidak seperti apa yang dituduhkan oleh orang-orang kafir dan orang munafik di zaman sekarang, bahwa Islam itu agama pengotor dan tidak menjaga kebersihan.

Untuk menyanggah tuduhan tersebut, USM ingin mengulas sedikit tentang adab ketika kita hendak menunaikan hajat pergi ke tandas.

Diantara adab ke tandas yang sesuai dengan Sunnah Rasulullah SAW tersebut adalah:

1. Menjaga Dan Menutup Aurat Dari Pandangan Manusia.

Rasulullah SAW bersabda:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا ذَهَبَ الْمَذْهَبَ أَبْعَدَ

Ertinya:
"Nabi SAW apabila pergi ke tempat pembuangan air, maka beliau menjauh." (HR. Abu Dawud, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).

2. Tidak Buang Air Pada Air Yang Bertakung.

Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ نَهَى أَنْ يُبَالَ فِي الْمَاءِ الرَّاكِدِ.

Ertinya:
Dari Nabi SAW, "Bahwasanya beliau melarang kencing pada air yang bertakung." (HR. Ahmad, Muslim, Nasa’ie dan Ibnu Majah)



3. Berdo’a Sebelum Masuk ke Tempat Pembuangan Air.

Rasulullah SAW bersabda:

قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ قَالَ : اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخُبْثِ وَالْخَبَائِث.

Ertinya;
"Bahawasanya Rasulullah SAW jika hendak masuk ke tempat pembuangan air, maka beliau berkata (berdo’a): "Allahumma inniy audzubika minal khubtsi wal khobaaits"
Ertinya:
(Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari para setan laki-laki, dan perempuan). (HR. Jama’ah)

Doa ini dibaca ketika hendak masuk khola’ (tempat buang air, kamar mandi/WC) sebagaimana yang dijelaskan oleh Bukhari dalam kitab Adabul Mufrod, dia berdalil dengan hadits Anas di atas. Dan pendapat ini yang dipakai oleh kebanyakan ulama. ( Lihat Kitab Nailul Authar:1/183).

4. Mendahulukan Kaki Kiri Sebelum Masuk Tandas.

Diriwayatkan daripada Aisyah RA;

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ

Ertinya:
“Rasulullah SAW sangat menyukai mendahulukan yang kanan ketika memakai sendal, ketika menyisir rambut dan ketika bersuci, juga dalam setiap perkara (yang baik-baik).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, beberapa ulama seperti Al-Imam An-Nawawi dalam kitab beliau, Syarhu Shahih Muslim, dan juga Al-Imam Ibnu Daqiqil ‘Id menyebutkan disukainya seseorang yang masuk WC dengan mendahulukan kaki kiri dan ketika keluar dengan mendahulukan kaki kanan.

5. Tidak Menghadap Ke Arah Kiblat Atau Membelakanginya

Rasulullah SAW bersabda:

إذَا أَتَيْتُمُ الْغَائِطَ فَلَا تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ وَلَا تَسْتَدْبِرُوهَا وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا. رواه البخاري


Ertinya:
"Jika kalian mendatangi tempat pembuangan air (untuk buang air), maka janganlah menghadap kiblat, dan jangan pula membelakanginya saat kencing, maupun berak."
(HR. Bukhari)

Namun hadits ini berlaku apabila tempat buang air itu tidak ada sutrah atau tabir sebagai pelindung diri dari pandangan manusia, apabila ada tabir atau tutup untuk melindungi diri dari manusia maka tidak mengapa menghadap kiblat.

Sebagaimana hadits Rasulullah :

رَقِيتُ يَوْمًا عَلَى بَيْتِ حَفْصَةَ فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حَاجَتِهِ مُسْتَقْبِلَ الشَّامِ مُسْتَدْبِرَ الْكَعْبَةِ .رَوَاهُ الْجَمَاعَة

Ertinya:
"Aku menginap semalam di rumah Khafshah, maka aku melihat Nabi SAW ketika hajatnya menghadap ke arah Syam dan membelakangi Ka’bah". (HR. Jama’ah).

6. Menjaga Badan Dan Pakaian Dari Najis Dan Air Kencing.

Rasulullah SAW bersabda:

قَالَ مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ أَمَا إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ

Ertinya:
Rasulullah SAW pernah melewati dua kuburan dan bersabda: "Sesungguhnya kedua (penghuni)nya tengah disiksa, sedang ia tak disiksa karena perkara besar (menurut sangkaanya). Bahkan itu (sebenarnya) adalah perkara besar. Adapun salah satu diantaranya, ia melakukan sikap suka mengadu domba. Adapun yang kedua, ia tidak berlindung dari (percikan) air kencingnya." (HR. Muslim)

Oleh karena itu jangan sampai perkara yang kelihatannya kecil ini dapat menyebabkan kita mendapat azab kubur, namun sangat menyedihkan, ramai umat Islam pada hari ini yang meremehkan hal ini.

7. Tidak Menggunakan Tangan Kanan Dalam Istinja'.

Rasulullah SAW bersabda:

كَانَتْ يَدُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْيُمْنَى لِطُهُورِهِ وَطَعَامِهِ وَكَانَتْ يَدُهُ الْيُسْرَى لِخَلَائِهِ وَمَا كَانَ مِنْ أَذًى

Ertinya:
"Bahawasanya tangan kanan Rasulullah SAW adalah untuk wudhunya dan makannya; dan tangan kirinya untuk ke tandas, dan sesuatu yang kotor." (HR. Abu Dawud ).

Jadi tangan kanan digunakan untuk sesuatu yang baik seperti makan dan minum dan tangan kiri untuk istinja' dan sesuatu yang bersifat kotor.

Tidak seperti orang yang jahil, mereka makan dan minum dengan tangan kiri dan bercebok dengan tangan kanan.

8. Beristinja’ Dengan Menggunakan Air.

Rasulullah SAW bersabda:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْخُلُ الْخَلَاءَ فَأَحْمِلُ أَنَا وَغُلَامٌ نَحْوِي إدَاوَةً مِنْ مَاءٍ وَعَنَزَةً فَيَسْتَنْجِي بِالْمَاءِ.

Ertinya:
"Rasulullah SAW pernah memasuki tempat buang air. Maka aku dan seorang anak yang sebaya denganku datang membawa sebaldi air dan tombak kecil, lalu beliau pun ber-istinja’ dengan air tersebut ." (HR Bukhari dan Muslim).

Akan tetapi jika tidak mendapati air maka diperbolehkan menggunakan tiga buah batu atau yang lainnya.

Rasulullah SAW bersabda:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إذَا ذَهَبَ أَحَدُكُمْ إلَى الْغَائِطِ فَلْيَسْتَطِبْ بِثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ فَإِنَّهَا تَجْزِي عَنْهُ.

Ertinya:
Bahwasanya Rasulullah saw bersabda:
"Jika seorang diantara kalian pergi buang air, maka hendaknya ia membawa tiga batu yang dipakai untuk istinja’, karena (tiga) batu tersebut mencukupi baginya (untuk cebok)." (HR. Ahmad, Nasa’i, Abu Dawud, Ad-Daraqutni).

Namun ada benda-benda yang dilarang oleh Rasulullah SAW untuk digunakan bersuci iaitu tulang dan kotoran binatang.

Rasulullah SAW bersabda:

لَا تَسْتَنْجُوا بِالرَّوْثِ وَلَا بِالْعِظَامِ فَإِنَّهُ زَادُ إِخْوَانِكُمْ مِنْ الْجِنِّ

Ertinya:
"Janganlah beristinja’ (cebok) dengan menggunakan kotoran binatang, dan tulang-belulang, karena itu adalah makanan saudara-saudara kalian dari kalangan jin."
(HR. At-Tirmidzi)

9. Membersihkan Tangan Selesai beristinja’.

Rasulullah SAW bersabda:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَى الْخَلَاءَ أَتَيْتُهُ بِمَاءٍ فِي تَوْرٍ أَوْ رَكْوَةٍ فَاسْتَنْجَى قَالَ أَبُو دَاوُد فِي حَدِيثِ وَكِيعٍ ثُمَّ مَسَحَ يَدَهُ عَلَى الْأَرْضِ ثُمَّ أَتَيْتُهُ بِإِنَاءٍ آخَرَ فَتَوَضَّأَ

"Bahawasanya Nabi SAW jika hendak buang air, maka aku bawakan air dalam bejana atau baldi kecil. Lalu beliau beristinja’, kemudian menggosokkan tangannya pada tanah. Lalu aku bawakan bejana lain, kemudian beliau berwudhu’." (HR. Abu Dawud).

Membersihkan tangan seusai istinja' ini tidak harus dengan tanah, apabila ada sesuatu yang dapat menggantikannya sebagai penghilang bau seperti sabun atau semisalnya maka tidak mengapa.

10. Berdoa Ketika Keluar Dari Tandas.

Rasulullah SAW bersabda:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذَا خَرَجَ مِنْ الْخَلَاءِ قَالَ :” غُفْرَانَكَ”.

Ertinya:
"Adalah Nabi saw Jika keluar dari WC, maka beliau berdo'a, GHUFROONAKA (Aku memohon ampunan-Mu)."
(HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Demikian sedikit aturan-aturan dalam Islam dalam masalah yang berkaitan buang air, semoga bermanfaat penulisan ini hanya semata-mata diniatkan untuk mencari ridho Allah.

Ya jadikan kami sebagai hamba-Mu yang dekat dengan-Mu. Jadikan kami sebagai hamba-Mu yang sentiasa menjaga kesucian. Aamiinn Yaa Robbal 'Aalamiin !!!!!

Wallahu A'lam.
Doakan istiqamah serta Sehat wal Afiat.
Wassalam USM. (Ustaz Sihabuddin Muhaemin).

Tiada ulasan:

Catat Ulasan